sulam jelujur kerajinan khas pesawaran

Provinsi Lampung tepatnya di Kabupaten Pesawaran meninggalkan sebuah warisan budaya dan sejarah yang mana pada saat itu terjadi sebuah peristiwa sejarah Transmigrasi Pertama di Indonesia pada tahun 1905, pada saat itu telah meninggalkan sebuah rekam jejak dan warisan wastra Lampung yaitu kain Tenun  dengan teknik Jelujur yang membentuk keragaman motif-motif Lampung serta gambaran peristiwa yang terjadi pada transmigrasi tersebut. Sulam Jelujur sebutan kain Tenun pesawaran tersebut dikarena metode pembuatan kain Tenun tersebut dengan teknik jelujur tangan pada bahan kain dasar yang terbuat dari bahan benang dengan teknik diikatlkan pada benang dengan alat bantu jarum tangan sehingga membentuk motif-motif khas Lampung yang memiliki makna, filosofi serta cerita pada masa tahun 1905. Kelebihan dari Tenun Pesawaran, Sulam Jelujur tersebut dalam pembuatan sulaman  atau kainnya tidak menggunakan pola atau di gambar pada kain dasar pengerjaannya langsung tanpa pola dengan berbentuk motif Lampung.
Selain itu kegiatan Pembinaan yang dilakukan oleh  Pemerintah Daerah Pesawaran tidak berhenti pada launching kerajinan khas Pesawaran, namun terus mengembangkan potensi produk kerajinan sulam jelujur, yang pada awalnya hanya sebagai hiasan dinding yang sekarang mulai dikembangkan untuk diversifikasi produk dari kerajinan Sulam Jelujur yang dapat dijadikan sebagai produk fashion, seperti Baju, Selendang, Shall ataupun list kombinasi dalam pembuatan sebuah Baju.  
Berikut ini adalah beberapa Contoh motif dan produk dari Kerajinan Sulam Jelujur yang telah di produksi oleh para pengrajin :






Kerajinan Sulam Jelujur yang telah menjadi kerajinan khas Pesawaran selain Kerajinan Tapis Lampung, oleh Pemerintah terus di galakkan dalam mengenalkan kerajinan Sulam Jelujur di berbagai event pameran baik nasional maupun Internasional. Hal ini merupakan keseriusan dari Pemerintah Daerah dan dukungan penuh dalam memunculkan dan mengenalkan kerajinan khas pesawaran. Sejak tahun 2021 Produk Kerajinan Sulam Jelujur ini telah diikutsertakan dalam beberapa pameran yakni Lampung Craft, Innacraft, Bali TTI Expo, serta yang terbaru akan diikut sertakan dalam pameran Kriya Nusa Tahun 2022. Selain mengikuti pameran di dalam negeri, Pemerintah Daerah juga mengenalkan Produk Kerajinan Sulam Jelujur ini pada event Indonesia Fashion Week di New York. Kegiatan Indonesia Fashion Week ini dilaksanakan di New York dengan tema “ Sang Dewi ” Untuk peragaan busana di new york indonesia fashion week pada tanggal 11 September 2022 waktu New York. “Sang Dewi” Ini bermakna para pengrajin sulam jelujur dari  sungai langka merupakan para wanita yang menjadi simbol sang dewi.
“Sang Dewi” adalah sebuah dedikasi terhadap pengrajin sulam jelujur pesawaran di desa sungai langka yang mayoritas pengrajinnya adalah perempuan yang tangguh dalam menghadapi sebuah kondisi/keadaan yang mereka alami. Walaupun dengan kekurangan serta keterbatasan yang mereka miliki akan tetapi maha karya pengrajin, kain sulam jelujur dapat menghidupkan perekonomian keluarga mereka bahkan menghidupkan perekonomian di desa tempat mereka tinggal. Dan makna dari sang dewi walaupun mereka tak bersayap akan tetapi mereka mampu terbang tinggi membawa hasil keterampilan mereka sampai ke mata dunia untuk menghidupkan perekonomian para pengrajin bahkan menghidupkan ekonomi kreatif di desa mereka.
 Dalam New York Indonesia Fashion Week Ariesmansyah membawa Sulam Jelujur dalam bentuk fashion 12 desain sulam jelujur yang ditampilkan melalui peragaan busana. Dalam keberangkatan ke NYIFW Desainer Sulam jelujur mendapat Dukungan langsung dari Bupati Pesawaran, Ketua Dekranasda Prov Lampung, Ketua Dekranasda Kab. pesawaran, Yayasan Pertiwi Indonesia,PLN UID Lampung dan APPMI. NYIFW secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2022 waktu New York namun kegiatan pendukung sudah dilaksanakan mulai tanggal 8 – 14 september 2022.           
Berikut beberapa moment pada saat pameran di New York.

         

Related posts

Tabik Pun🙏 Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona, ST., M.Tr. IP Hadiri Acara Pembukaan APKASI Otonomi Expo Tahun 2022 dengan tema “Pulihkan Ekonomi Daerah melalui jejaring Global” Kegiatan digelar selama tiga hari, sejak 20 hingga 22 Juli 2022 Di Jakarta Convention Center Senayan, dan acara pembukaan telah digelar hari ini (Rabu, 20 Juli 2022) Dalam Apkasi Otonomi Expo 2022 ini terdapat sekitar 245 stan yang dipamerkan termasuk Kabupaten Pesawaran, ratusan stan itu terdiri dari 122 Pemkab, 4 Kementerian dan BUMN, serta perusahaan swasta nasional dan UMKM. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kab. Pesawaran Nanda Indira Dendi, SE.,MM serta sejumlah Kepala OPD terkait dklingkungan Pemkab Pesawaran.

Tabik Pun🙏 Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona K, ST., M.Tr.,I.P menghadiri sekaligus memberikan Sambutan pada acara Pelepasan Kontingen Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VI Kabupaten Pesawaran Tahun 2022 Acara Pelepasan yang digelar oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kab. Pesawaran (24/06/2022) adalah sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kab. Pesawaran kepada para atlet-atlet yang akan berjuang di FORNAS dengan membawa nama Pemkab. Pesawaran. Hadir mendampingi Bupati Pesawaran Kadis PORA, Kadis Pendidikan & Kebudayaan, Kadis Kominfotik & Persandian, Kadis Kesehatan dan Kadis Pariwisata Kab. Pesawaran.

Leave your comment Required fields are marked *